Sejarah Dipo Mekanik Prabumulih

24 06 2010

Dipo Mekanik Prabumulih berdiri pada tahun 1991, langsung di bawah pengendalian dan pengawasan ED III Eksploatasi Sum-Sel selaku Seksi Mekanik di ESS.   Menjabat Kepala Dipo Mekanik Pbm yang pertama yaitu Pt.I/P Iriansyah Madjid sampai pada tahun 1997.

Pada waktu itu penunjukan Kepala Dipo Mekanik Pbm dilakukan oleh EKD SS, namun hanya bersifat PYMT  akan tetapi berlangsung hingga tahun 1997.  Kurun waktu antara 1991 sampai 1997 struktur Dipo Mekanik hanya bersifat sementara dan belum baku adapun struktur organisasinya adalah :

Kemudian pada bulan November tahun 1997 Dipo Mekanik terbentuk secara permanen dan tetap di bawah kendali ED III SS dan bertanggung jawab langsung pada EKD SS adapun sruktur organisasinya adalah :

Kepemimpinan Pnd/P Hadirin berlangsung hingga tahun 2001 dan pada tahun 2001 tsb  Kepala Dipo Mekanik dijabat oleh Pnd/P Tukimin  dengan posisi Kepala Ruas Administrasi, Kepala Ruas Los  dan Kepala Ruas Luar masih tetap di pegang oleh yang lama.  Kepemimpinnan Pnd/P Tukimin  berlangsung dari tanggal 24 Juli 2001 hingga tanggal 17 April 2002

Pada tanggal 17 April 2002 Kepala Dipo Mekanik dijabat Pnd/P Lukman Effendi, sedangkan Kepala Ruas Luar digantikan oleh Pnd/P Suyono.  Kepala Ruas Administrasi dan Kepala Ruas Los tetap yang lama.  Kemudian pada tahun 2003 terjadi perubahan Kepala Ruas Administrasi yang semula dijabat oleh Pnd/P Suminto diserah terimakan kepada Pt.I/P Mgs.Syafri Miyandi.

Pada tanggal  Agustus 2008 Kepala Dipo Mekanik dijabat Pnd/P Joni, sedangkan Kepala Ruas Luar digantikan oleh Pnd.1/P Suyono.  Kepala Ruas Administrasi digantikan oleh Pnd.1/P MGS. Syafri Miyandi sedangkan Kepala Ruas Los digantikan oleh Pnd/P Rusmin.  

Pada tahun 9 Juni 2010 terjadi perubahan JM Dipo Mekanik Prabumulih digantikan oleh Pnd.1/P MGS. Syafri Miyandi, sedangkan SS Ruas Los dan SS Ruas Luar masih tetap yang lama dan SS Administrasi digantikan oleh Pt.1/P Victor August sampai sekarang.

                   Dipo Mekanik Prabumulih dari awal mula berdiri pada tahun 1991 mengelola 15 unit mesin perawat jalan rel.  Adapun mesin-mesin tersebut adalah :

01.    MTT 07-16 G     No.2154   ex. Udinda dibawa ke Padang pada tahun 1993.

02.    MTT 07-16 G     No.2217   ex. Udinda dibawa ke Jawa pada tahun 1993.

03.    MTT 08-16 GS   No.2400   tahun  1988  ex. Udinda.

04.    MTT 08-16 GS   No.2491   tahun  1990  baru.

05.    MTT 08-16 GS   No.2492   tahun  1990  baru.

06.    MTT 08-75 GS   No.862     tahun  1988  ex. Jawa.

07.    PBR 400  No.542    tahun  1990  baru.

08.    PBR 400   No.543     tahun  1990  baru.

09.    PBR 400   No.431     tahun  1988  dibawa ke Jawa tgl. 21-6-1997.

10.    PBR 400    No.452     tahun  1988  dibawa ke Jawa tgl. 21-6-1997.

11.    VDM 800  No.277     tahun  1988  ex. Jawa.

12.    VDM 800 No.299     tahun  1990  baru.

13.    VDM 800 No.300     tahun  1990  baru.

14.   TG 80-4     No.557     tahun  1990  baru.

15.    USP 303   No.490     tahun  1988  ex. Jawa.

Kemudian pada tahun 1997 ketika kepemimpinan Pnd/P Iriansyah Madjid datang  satu unit mesin pencuci balast yaitu mesin BC RM 62  No.24  produksi tahun 1984  bekas pakai dari Wilu Jawa. Akan tetapi mesin tersebut tidak dapat dipakai pada bantalan beton.  Uji coba dilakukan pada Emplasemen Tmb dan tidak dapat beroperasi karena mesin BC RM 62 tersebut khusus bantalan kayu dan pada tahun 1988 mesin tersebut dikirim ke PKLG Lahat sampai sekarang.

Pada tanggal 4 April 2003 Mr.Mamfred Singer sebagai ahli mesin dari Pabrik Plasser & Theurer Austria dalam kunjunganya di Dipo Mekanik Pbm menyatakan bahwa mesin-mesin yang ada di Sumatera Selatan kondisinya sekarang tinggal 20%.

Demikianlah sekelumit Sejarah Berdirinya Dipo Mekanik Prabumulih dari tahun 1991 sampai dengan Tahun 2010 saat ini.

Advertisements